BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Unsur
kimia disebut untur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat
yang lebih kecilatau dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan
metode kimia biasal.partikel terkecil dari unsure adalah atom. Sebutan atom
terdiri atas inti atom (nucleus) dan dikelilingi oleh electron. Inti atom
terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat
kurang lebih 177 unsur di dunia.
Halogen adalah kelompok unsur kimia yang
berada pada golongan 7 (VII atau VIIA
pada sistem lama) di tabel periodik.
Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I), astatin (At),
dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Halogen menandakan
unsur-unsur yang menghasilkan garam jika
bereaksi dengan logam.
Istilah ini berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang
diadaptasi dari bahasa Yunani. Halogen juga merupakan golongan dengan
keelektronegatifan tertinggi, jadi ia juga merupakan golongan paling non-logam.
1.2 Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini, adalah:
·
Mengetahui unsur-unsur kimia terutama unsur
halogen
·
Mengetahui pengertian dari unsur halogen
·
Mengetahui sifat-sifat unsur halogen
BAB II
ISI
2.1
Pengertian Halogen
Halogen adalah kelompok unsur kimia yang
berada pada golongan VII A pada tabel sistem periodik. Kelompok ini terdiri
dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I), astatin (At),
dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Astatin adalah
unsur radioaktif dengan waktu hidup (life
time) yang sangat singkat dan mudah meluruh menjadi unsur
lain. Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika
bereaksi dengan logam.
Istilah ini berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang
diadaptasi dari bahasa Yunani.
Halogen
juga merupakan golongan dengan keelektronegatifan tertinggi, jadi ia juga
merupakan golongan paling non-logam. Ahli kimia Swedia Baron Jöns Jakob Berzelius
mengistilahkan "halogen"
yang dibentuk dari kata-kata Yunani ἅλς (hálos), "garam" atau "laut",
dan γεν- (genes) dari γίγνομαι (gígnomai), "membentuk" sehingga artinya adalah
"unsur yang membentuk garam".
2.2
Sifat
Periodik Unsur Halogen
Secara
umum biasanya unsur halogen dilambangkan dengan huruf X
Rumus kulit terluar dari halogen ini adalah ns2 np5. Halogen memiliki 7e- valensi (elektron pada kulit terluar), sehingga sangat reaktif karena mudah menerima 1e.
Rumus kulit terluar dari halogen ini adalah ns2 np5. Halogen memiliki 7e- valensi (elektron pada kulit terluar), sehingga sangat reaktif karena mudah menerima 1e.
Halogen
akan membentuk garam jika direaksikan dengan logam. Unsur-unsur halogen secara alamiah berbentuk molekul dwiatom
(misalnya Cl2, F2, Br2,
I2 ). Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk
mengisi orbit elektron terluarnya, sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini
disebut ion halida, dan garam yang terbentuk
oleh ion ini disebut halida.
2.3
Sifat
Fisik Unsur Golongan Halogen
Tabel Sifat-sifat Fisik Unsur Halogen
|
Sifat-sifat
|
Unsur
|
||||
|
Fluorin
|
Klorin
|
Bromin
|
Iodin
|
Astatin
|
|
|
Nomor atom
|
9
|
17
|
35
|
53
|
85
|
|
Massa atom relative
|
18,99
|
35,5
|
79,90
|
126,90
|
(210)
|
|
Titik leleh (°C)
|
-219,62
|
-100,98
|
-7,25
|
113,5
|
302
|
|
Titik didih (°C)
|
-188,14
|
-34,6
|
58,78
|
184,35
|
337
|
|
Rapatan pada 25°C (Gram/liter)
|
1,108
|
1,367
|
3,119
|
4,930
|
¯
|
|
Warna
|
Kuning
|
Kuning-Hijau
|
Merah tua
|
Ungu-hitam
|
|
|
Energi ionisasi (kJ/mol)
|
1681,0
|
1251,0
|
1139,9
|
1008,4
|
930
|
|
Afinitas elektron (kJ/mol)
|
328,0
|
349,0
|
324,7
|
295,2
|
270
|
|
Keelektronegatifan
|
3,98
|
3,16
|
2,96
|
2,66
|
2,20
|
|
Jari-jari ion
|
1,33
|
1,81
|
1,96
|
2,20
|
2,27
|
|
jari-jari atiom
|
0,64
|
0,99
|
1,14
|
1,33
|
1,40
|
|
Potensial reduksi standart(Volt)
|
2,87
|
1,36
|
1,07
|
0,54
|
-0.2
|
Sifat-sifat fisik unsur halogen dilihat dari wujud
zat, titik didih dan titik leleh, warna dan bau.
1. Wujud Zat
Wujud
fluorin dan klorin pada temperatur kamar adalah gas,bromin berwujud cair dan mudah
menguap,dan iodin berwujud padat dan mudah menyublim.
2. Titik Didih dan Titik Leleh
Titik
didih dan titik leleh dari fluorin sampai iodin bertambah besar,karena ikatan
antar molekulnya juga makin besar. Kenaikan titik didih dan titik lebur halogen sebanding dengan naiknya nomor atom.
Hal ini berhubungan dengan banyaknya energi
yang harus dipakai untuk mengatasi gaya tarik-menarik antara molekul-molekul
zat, contohnya gaya van der waals yang menarik molekul-molekul berdekatan satu
sama lain. Dari fluorin sampai iodin ikatan bertambah kuat
maka dari fluorin sampai iodin bertambah besar pula titik didih dan titik
lelehnya. Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin kecil.
Ini berarti makin ke atas ukuran molekul makin kecil, maka gaya tarik-menarik
antar-molekul (gaya Van der Waals) akan makin kecil. Perhatikan juga titik
didih dan titik lelehnya, makin ke atas makin kecil.
3. Warna dan Bau
Unsur-unsur halogen dapat dikenali dari bau dan
warnanya karena berbau menyengat dan
uapnya sangat berbahaya bagi mata dan tenggorokan. Warna
gas fluorin adalah kuning muda,gas klorin berwarna kuning hijau.Cairan bromin
berwarna merah coklat,dan zat padat iodin berwarna hitam,sedangkan uap iodin
berwarna ungu.
4. Jari-jari atom dan keelektronegatifan
Jari-jari
atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin,demikian juga dengan
jari-jari ion negatifnya. Semakin ke bawah kulit elektron semakin banyak sehingga dalam
sistem periodik semakin ke bawah maka jari-jari atom tambah besar.
2.4
Sifat
Kimia Unsur Golongan Halogen
Sifat-sifat kimia unsur
halogen dilihat dari kelarutan, daya oksidasi, dan kereaktifan.
|
UNSUR
|
Fluor
|
Klor
|
Brom
|
Iodium
|
Catatan :
|
||||||
|
9F
|
17Cl
|
35Br
|
53I
|
||||||||
|
1. Konfigurasi elektron
|
[G] ns2
, np5
|
||||||||||
|
2. Massa Atom
|
![]() |
||||||||||
|
3. Jari-jari Atom
|
|||||||||||
|
4. Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron
|
![]() |
||||||||||
|
5. Keelektronegatifan
|
|||||||||||
|
6. Potensial Reduksi (Eored
> 0)
|
|||||||||||
|
7. Suhu Lebur (0o)
|
-216.6
|
-101.0
|
-72
|
114.0
|
|||||||
|
8. Suhu Didih (0o)
|
-188.2
|
-34
|
58
|
183
|
|||||||
|
9. Bilangan Oksidasi Senyawa Halogen
|
-1 |
+ 1, +3
+5, +7 |
+ 1
+5, +7 |
+1
+5, +7 |
|||||||
1. Kelarutan
Unsur-unsur halogen adalah unsur-unsur yang reaktif,
hal ini terbukti keberadaan halogen di alam sebagai senyawa.
Kereaktifan halogen dipengaruhi kelektronegatifannya. Semakin besar
kelektronegatifan semakin reaktif karena semakin mudah menarik elektron. Selain
dipengaruhi keelektronegatifan, kereaktifan halogen juga dipengaruhi oleh
energi ikatan halogen. Semakin kecil energi ikatan halogen, semakin mudah
diputuskan ikatan tersebut sehingga makin reaktif halogen. Dengan melihat data
keelektronegatifan dan energi ikat halogen, dapat disimpulkan kereaktifan
halogen dari atas ke bawah semakin berkurang.
2. Daya Oksidasi
Halogen merupakan oksidator(pengoksidasi
kuat).Unsur-unsur halogen mudah mengikat elektron karena itu halogen mudah
tereduksi.Dari fluorin sampai iodin sifat oksidatornya makin berkurang.
![]() |
3. Kereaktifan
Jari-jari
atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin menyebabkan gaya tarik
inti dengan elektron valensi (pada kulit terluar) makin lemah sehingga
keelektronegatifan (kemampuan menarik elektron) semakin lemah dan kemampuan
membentuk ion negatifnya juga semakin berkurang. Dengan kata lain dari fluorin
sampai iodin kereaktifan halogen melemah. Halogen
merupakan senyawa yang sangat elektronegatif karena mempunyai 7 elektron
valensi (ns2 np5) dan mudah menarik satu elektron menjadi
ion negatif agar susunan elektronnya stabil seperti gas mulia (ns2
np6).
4. Reaksi-reaksi
Kimia
a.
Reaksi unsur Halogen dengan unsur Non Logam.
Unsur halogen dapat bereaksi dengan hampir
semua unsur non logam. Reaksi antara unsur halogen dengan unsur non logam akan
menghasilkan senyawa kovalen. Contohnya hidrogen halida atau dikenal dengan sebutan asam halida.
b.
Reaksi unsur Halogen dengan unsur Logam
Unsur halogen juga dapat bereaksi dengan
berbagai jenis unsur logam. Reaksi unsur logam dengan unsur halogen akan
menghasilakan garam. Contohnya garam Natrium Clorida (NaCL), magnesium clorida
(MgCL), dll
c.
Reaksi unsur Halogen dengan air
Unsur halogen juga dapat bereaksi dengan air.
Rumus molekul air adalah H2O. Dari hasil reaksi unsur halogen dan
senyawa air akan terbentuk Asam halida dan oksihalogen. Contoh asam halida
adalah Asam Fluoride. Jika fluorin dimasukan kedalam air, maka akan berlangsung
suatu reksi yang sangat hebat di mana air akan terbakar dalam fluorin sehingga
membantuk asam fluorida atau asam halida. Contoh Oksihalogen adalah
oksifluorida yang juga merupakan hasil reaksi air dengan unsur halogen fluorin.
d.
Reaksi unsur halogen dengan basa
Jika unsur halogen bereaksi dengan basa maka
akan terbentuk senyawa halida yang kemudian akan mengalami reaksi
disproporsionasi menjadi senyawa oksihalogen. Contohnya reaksi antara fluorin
dengan basa akan membentuk oksigen difluoride dan ion fluorida. Kemudian
senyawa oksigen difluorida akan terdisproporionasi menjadi menjadi oksifluorida
dan beberapa ion fluorida.
e.
Reaksi unsur halogen dengan hidrokarbon
Reaksi unsur halogen dengan hidrokarbon disebut
halogenasi. Melalui reaksi halogenasi, unsur halogen dapat menyusup pada suatu
hidrokarbon dan mengantikan salah satu atom hidrogen yang ada disana. Contohnya
reaksi halogenasi alkana. Alkana dapat bereaksi dengan gas klor jika terkena
sinar atau suhu tinggi. Reaksinya merupakan reaksi eksoterm. Raksi halogenasi
alkana terjadi dalam beberapa tahap melalui mekanisme radikal bebas dimana pada
salah satu tahapan reaksi dihasilkan alkil klorida.
f.
Reaksi antar sesama unsur halogen
Unsur halogen juga dapat bereaksi dengan unsur
halogen lainnya. Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya di artikel
Pengertian dan definisi unsur halogen, bahwa yang termasuk unsur halogen adalah
unsur-unsur yang pada sistem periodik menempati posisi golongan VIIA, yaitu: F,
Cl, Br, I, At. Semua unsur halogen asalnya adalah unsur diatomik, oleh
karena itu membutuhkan tambahan satu elektron untuk bisa membentuk konsfigurasi
unsur stabil sepeti gas mulia. Reaksi antar halogen merupakan reaksi substitusi
dan membentuk senyawa antar halogen itu sendiri. Contohnya: Reaksi antara
Iodium dan Clorin akan menghasilkan iodium clorida, dan seterusnya.
2.5
Senyawa
Halogen
Unsur Halogen adalah unsur yang sangat reaktif
sehingga halogen ditemukan di alam dalam bentuk senyawanya, yakni:
1.
Bentuk Garam
Garam dapat dibentuk
dari:
a. Halogen + unsur logam garam
Contoh :
Br2 + 2 Na (s) 2 NaBrà (s)
Cl2 + 2 Fe (s) 2 FeClà3(l)
b. Asam halida + basa Garam Halida + air
Contoh :
àHCl + NaOH NaCl + H2O
àHBr + NaOH NaBr + H2O
2. Bentuk Asam
a.
Asam Halida (HX)
Terbentuk dari halogen
yang bereaksi dengan hydrogen membentuk hidrogen halida.
H2 + X2 2 HXà
Contoh :
H2 + Cl2
2à
HCl
H2 + I2
2 HIà
Fluorin dan klorin
bereaksi dengan cepat disertai ledakan, tetapi bromine dan iodine bereaksi
dengan lambat.
Asam halida dalam
keadaan gas adalah senyawa kovalen, tetapi dalam air senyawa tersebut akan
terdisosiasi
Data sifat hidrogen
halida
|
Asam Halida
|
% Disosiasi
|
|
HF
|
Sangat kecil
|
|
HCl
|
0,0014
|
|
HBr
|
0,5
|
|
HI
|
33
|
Dari data % disosiasi hidrogen halida dapat diketahui
urutan keasaman hidrogen halida adalah HF < HCl < HBr < HI.
b.
Asam Oksihalida (HXO)
Terbentuk hanya pada
halogen yang mempunyai bilangan oksidasi positif yang bereaksi dengan air.
Contoh reaksi oksida
halogen dengan air:
Cl2O + H2
2 HClàO
Cl2O3 +H2
2 HClOàO 2
Cl2O5 +H2
2 HClOàO 3
Cl2O7 +H2
2 HClOàO 4
Kekuatan asam oksi
bertambah dengan bertambahnya oksigen pada asam tersebut.
HClO < HClO2 <
HClO3 < HClO4
3. Senyawa Antarhalogen
Halogen dengan keelektronegatifan besar + Halogen
dengan Keeloktronegatiafan kecil.
Contoh senyawa antar halogen :
Fluor lebih negative
dibandingkan dengan Iodium
F- + I+
IFà
3F- + I3+
IFà3
Contoh lain :
IF5, BrCl,
BrCl3, CIF3, CIF, IF7
4. Oksida halogen
Semua halogen dapat membentuk senyawa oksida. Fluorin
dapat membentuk oksida OF2 dan O2F2 yang
dikenal sebagai oksigen fluoride. Senyawa O2F2 dibuat
dengan mengalirkan gas F2 secara cepat melalui larutan NaOH 2%.
Senyawa O2F2 merupakan zat padat kuning jingga yang
digunakan sebagai bahan bakar roket.
Oksida klorin lebih banyak jenisnya, yaitu Cl2O,
Cl2O3, ClO2, Cl2O4, Cl2O6,
dan Cl2O7. Oksida klorin tidak stabil dan cenderung
meledak. ClO2 merupakan oksidator sangat kuat dan digunakan untuk
pemutih bubur kertas (pulp). ClO2 dibuat sesaat akan digunakan
dengan reaksi :
2NaClO3 + SO2 + H2SO4 2ClOà2 + 2NaHSO4
Iodin dapat membentuk I2O5
dengan memanaskan asam iodat pada suhu 2400 C menurut reaksi :
2HIO3 I2O5
+ H2O
2.6
Pembuatan
Halogen
Halogen
dibuat dari senyawa-senyawa yang ada di alam. Caranya ialah dengan mengoksidasi
ion-ion halida. Prosesnya sangat beragam jadi yang diungkapkan di sini
merupakan contoh dari berbagai proses yang dapat terjadi.
1. Fluorin (F2)
Elektrolisis KHF2, dalam HF bebas air. Flourin
diperoleh melalui proses elektrolisis garam kalium hydrogen flourida (KHF2)
dilarutkan dalam HF cair, ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 100oC.
Elektrolisis dilaksanakan dalam wajah baja dengan katode baja dan anode karbon.
Campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2 yang
terbentukakan oksidasinya.
2.
Klorin
Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis
lelehan NaCl, reaksinya :
3. Bromin
Gas Br2
dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. Secara
komersial, pembuatan gas Br2 sebagai berikut:
ü
Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki
yang berada di puncak menara.
ü
Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah
menuju tanki. Setelah terjadi reaksi redoks, gas Br2 yang dihasilkan diembunkan
hingga terbentuk lapisan yang terpisah. Bromin cair berada di dasar tangki,
sedangkan air di atasnya.
ü
Selanj utnya
bromin dimurnikan melalui distilasi.
![]() |
4. Iodin
Gas I2 diproduksi dari air laut
melalui oksidasi ion iodida denganoksidator gas Cl2. Iodin juga dapat
diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili, NaNO3)
melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3. Endapan I2 yang
didapat, disaring dan dimurnikan.
2.7
Kegunaan Halogen dan Senyawanya
1. Fluorin
ü
Membuat senyawa klorofluoro karbon (CFC), yang
dikenal dengan nama Freon.
ü
Membuat Teflon
ü
Memisahkan isotop U-235 dari U-238 melalui
proses difusi gas.
a.
Senyawa Fluorin
ü
CFC (Freon) digunakan sebagai cairan pendingin
pada mesin pendingin, seperti AC dan kulkas. Freon juga digunakan sebagai
propelena aerosol pada bahan-bahan semprot. Penggunaan Freon dapat merusak
lapisan ozon.
ü
Teflon (polietrafluoroetilena). Monomernya
CF2=CF2, yaitu sejenis plastik yang tahan panas dan anti lengket serta tahan
bahan kimia, digunakan untuk melapisi panci atau alat rumah tangga yang tahan
panas dan anti lengket.
ü
Asam fluoride (HF) dapat melarutkan kaca, karena
itu dapat digunakan untuk membuat tulisan, lukisan, atau sketsa di atas
kaca.
ü
Garam fluoride ditambahkan pada pasta gigi atau
air minum untuk mencegah kerusakan gigi.
2.
Klorin
ü
Untuk klorinasi hidrokarbon sebagai bahan baku
industri serta karet sintesis.
ü
Untuk pembuatan tetrakloro metana (CCl4).
ü
Untuk pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang
digunakan pada pembuatan TEL (tetra etillead) yaitu bahan adaptif pada bensin.
ü
Untuk industri sebagai jenis pestisida.
ü
Sebagai bahan desinfektans dalam air minum dan
kolam renang.
ü
Sebagai pemutih pada industri pulp (bahan baku
pembuatan kertas) dan tekstil.
ü
Gas klorin digunakan sebagai zat oksidator pada
pembuatan bromin.
b. Senyawa
Klorin
ü
Senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dapat
digunakan sebagai zat pemutih pada pakaian.
ü
Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai garam
dapur, pembuatan klorin dan NaOH, mengawetkan berbagai jenis makanan, dan
mencairkan salju di jalan raya daerah beriklim dingin.
ü
Asam klorida (HCl) digunakan untuk membersihkan
logam dari karat pada elektroplanting, menetralkan sifat basa pada berbagai
proses, serta bahan baku pembuatan obat-obatan, plastik, dan zat warna.
ü
Kapur klor (CaOCl2) dan kaporit (Ca(OCl2))
digunakan sebagai bahan pengelantang atau pemutih pada kain
ü
Polivinil klorida (PVC) untuk membuat paralon.
ü
Dikloro difenil trikloroetana (DDT) untuk
insektisida.
ü
Kloroform (CHCl3) untuk obat bius dan pelarut.
ü
Karbon tetraklorida (CCl4) untuk pelarut
organik.
ü
KCl untuk pembuatan pupuk.
ü
KClO3 untuk bahan pembuatan korek api
3.
Bromin
ü
Untuk membuat etil bromida (C2H4Br2).
ü
Untuk pembuatan AgBr.
ü
Untuk pembuatan senyawa organik misalnya zat
warna, obat-obatan dan pestisida
c. Senyawa
Bromin
ü
Etil bromida (C2H4Br2) suatu zat aditif yang
dicampurkan kedalam bensin bertimbal (TEL) untuk mengikat tibal, sehingga tidak
melekat pada silinder atau piston. Timbal tersebut akan membentuk PbBr2 yang
mudah menguap dan keluar bersama-sama dengan gas buangan dan akan mencemarkan
udara.
ü
AgBr merupakan bahan yang sensitif terhadap
cahaya dan digunakan dalam film fotografi.
ü
Natrium bromide (NaBr) sebagai obat penenang
saraf.
4.
Iodin
ü
Iodin Banyak digunakan untuk obat luka (larutan
iodin dalam alkohol yang dikenal dengan iodium tingtur)
ü
Sebagai bahan untuk membuat perak iodida
(AgI)
ü
Untuk menguji adanya amilum dalam tepung
tapioka.
d. Senyawa
Iodin
ü
KI digunakan sebagai obat anti jamur.
ü
Iodoform (CHI3) digunakan sebagai zat
antiseptik
ü
AgI digunakan bersama-sama dengan AgBr dalam
film fotografi
ü
NaI dan NaIO3 atau KIO3 dicampur dengan NaCl
untuk mencegah penyakit gondok. Kekurangan iodium pada wanita hamil akan
mempengaruhi tingkat kecerdasan pada bayi yang dikandungnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
·
Halogen adalah
kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 17 (VII atau VIIA
pada sistem lama) di tabel periodik.
·
Sifat-sifat unsur halogen ada dua yaitu sifat
fisik terdiri dari wujud zat, warna bau, jari-jari atom dan keelektronegatifan,
sedangkan sifat kimianya taerdiri dari kelarutan, kereaktifan, daya oksidasi,
dan reaksi-reaksi kimia.
·
Senyawa halogen ada dalam bentuk garam dan
asam.
·
Kegunaan dan bahaya unsur halogen dan
senyawanya.
3.2 Saran
Dalam pembuatan makalah ini kami banyak
kekurangan dan kami membutuhkan saran dari ibu
atau bapak guru agar kami bisa
memperbaikinya.
DAFTAR PUSTAKA
http://mediabelajaronline.blogspot.com/2011/09/halogen.html
http://www.kamusq.com/2012/11/unsur-halogen-adalah-pengertian
dan.html#sthash.HLgnbZks.dpuf




